
Selalu ada hal yang bisa membuat kita tersenyum...
Meskipun saat ini sedang marah karena ada hal yang tak sesuai dengan keinginan atau bahkan idealisme kita...
Meskipun saat ini mata sedang berkaca-kaca karena hal yang menyedihkan atau sekedar karena mencium bau bawang yang sedang diiris....
Meskipun saat ini hati sedang merasa tersakiti atas sesuatu yang mungkin kurang ikhlas untuk kita terima saat ini....
Namun, dibalik itu semua...
Selalu saja ada hal yang bisa membuat kita tersenyum...
Ada senyum yang tulus dan ikhlas meski saat kita sedang menangis...
Ada senyum sinis yang tersungging di bibir di kala hati sedang sakit...
Ada senyum meremehkan sesuatu saat diri sedang marah...
Apapun kondisinya...
Senyum itu masih bisa hadir dalam berbagai rupa dan persepsi.
Dia masih bisa hadir di bibir meski tak hadir di hati.
Bahkan terkadang senyum juga yang menjadi simbol kepura-puraan atas diri
Yaaa....
Karena senyum tak selamanya bisa dipersepsikan sebagai "senyum" yang kita pahami selama ini.
Karena siapapun bisa mendefinisikannya sesuai dengan apa yang mereka pikirkan.
Karena selalu ada sudut pandang lain mengenai berbagai hal di dunia ini...
Pun senyum...

Seseorang yang spesial berpesan padaku :
Jadilah seperti matahari yang bisa memberikan cahaya serta kehangatan kepada seluruh penduduk bumi.
Ia memang akan tenggelam saat senja mulai menyambut, namun itu hanya sementara sebagai waktu istirahatnya untuk mempersiapkan terbit di esok hari.
Ia juga kadang tertutup oleh awan yang senantiasa menemani. Bahkan terkadang hujan pun turut menjadi sahabatnya. Dan itulah tanda, bahwa ia siap menjadi sahabat tatkala langit terkesan murung dengan mendung, terkesan menangis karena hujan.
Bahkan, pelangi pun juga menjadi sahabatnya hingga langit terlihat indah.
Tidak hanya itu, cahayanya pun dibutuhkan oleh penghias langit malam, yaitu sang bintang.
Itulah matahari, yang senantiasa sinar dan kehangatannya dinantikan, dibutuhkan.
Ia baru akan benar-benar pergi ketika Sang Pencipta memang memutuskannya untuk tidak bisa lagi memberikan sinar dan hangatnya.
Harapannya agar aku bisa seperti matahari dan bukan lilin.
Karena lilin akan lumer ketika mulai memberikan cahaya dan kehangatan bagi lingkungannya.
Cahayanya pun terbatas.
Dan matahari, ia kuat dan menguatkan.
Ia bisa memberikan cahaya dan hangat tanpa harus lumer karenanya.
Ketika ia tenggelam di kala senja, itu adalah bentuk istirahatnya untuk memberikan harapan baru lagi di esok hari.
Itulah harapannya.
Agar aku layaknya matahari yang kuat dan menguatkan.
Yang mampu menjadi sahabat bagi siapapun.
Yang mampu memberikan kebaikan pada banyak pihak.
Yang semakin bermanfaat setiap waktunya sebagai manusia.

MERDEKA!!!
Itu yang berulang kali saya dengar kemarin. Berbagai stasiun TV tiada habis mengulas tentang sejarah bangsa ini, mulai dari tayangan film kolosal hingga konser musik yang katanya menyambut kemerdekaan yang entah hal itu hanya sekedar hiburan semata atau bukan.
MERDEKA!!!
Apa iya, saat ini setiap orang merasakan hal tersebut.
Tapi sepertinya kata itu telah mengalami perubahan makna.
Oh bukan, lebih tepatnya diferensiasi pada setiap orangnya.
Merdekamu tak berarti merdekaku.
MERDEKA!!!
Mungkin bagi para pemulung memaknai sebuah kemerdekaan dengan cara pekerjaannya yang tak lagi mengais sampah.
Bagi para pengusaha, bisa jadi dimaknai yang penting usahanya makin maju dan tanpa peduli bagaimana dampaknya ke masyarakat luas, akhirnya pembangunan ekonomi terjadi dimana-mana tanpa pernah memikirkan dampak ke masyarkat luas yang hanya diperbudak dan direkayas menjadi masyarakat konsumtif.
Yang kaya makin kaya, yang miskin makin merana.
Bagi para ahli politik, mencari bibit-bibit lain yang bisa digunakan untuk mengeruk kepentingan pribadinya, mulai dari minta mobil, laptop, tambahan gaji, meskipun kondisi bangsa ini malah makin carut marut dan tidak sesuai dengan imbalan yang mereka peroleh.
MERDEKA!!!
Secara umum artinya bebas.
Tapi bebas dalam konteks siapa?
Tampaknya kata itu akhirnya hanya akan melahirkan perdebatan di kelas-kelas filsafat atau sejarah.
Dan akhirnya semua hanya tahu, arti merdeka adalah bebas.
Dalam pandangan siap, tak lagi menjadi penting, yang utama adalah "BEBAS".
MERDEKA!!!
Akhirnya kata itu hanya bertahan satu haris, atau dua hari, atau satu minggu, tapi kurasa tak sampai satu bulan.
Dan baru akan terdengar lagi satu tahun kemudian ketika telah mendekati harinya.
Merdeka satu hari, akhirnya hal itu yang terjadi.
Dan bangsa ini akhirnya hanya bisa menikmati kemerdekaan semu yang bahkan mereka tida sadar sedang dijajah.
Atau bahkan mungkin, mereka sebenarnya sadar, tapi penjajajhan yang dilakukan oleh bangsa lain terlalu nikmat untuk ditinggalkan begitu saja.
Hingga akhirnya mereka terbuai dengan "KEMERDEKAANNYA".
MERDEKA!!!
Akankah tahun depan akan mengulang tahun-tahun sebelumnya?
Entahlah...
