Kenapa sampai sekarang kau masih tak mengerti
tak ada orang yang berani menegurmu bahkan ketika kau salah
kenapa kau masih saja terlampau egois
kau tak akan pernah kena marah ataupun dibenci olehnya
ia hanya bisa marah padaku
mereka hanya bisa membenciku
tapi kenapa sampai sekarang kau masih saja keras padaku
bukankah aku sudah mengalah
bukankah aku sudah tak mengatakan apa-apa
bukankah aku sudah sering menahan emosi padamu
saat ku marah, aku mencoba untuk tetap diam
saat aku masih terlampau sakit hati, aku sudah mencoba melupakan semuanya
tapi kenapa?
mengertilah
mereka hanya sanggup marah padaku
jadi cukupkanlah egomu
jangan pernah lagi keras padaku
aku yang akan dipersalahkan
bahkan ketika kau yang salah
bahkan ketika aku sudah mengalah
aku tetap salah
jadi ku mohon, mengertilah...
Blog ini hanyalah karya sederhana yang berisi berbagai untaian kata yang diharap penuh makna. Berharap makna itu bisa sampai kepada para pembaca dan bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Selasa, 04 September 2012
Mengertilah....
Ungkap
dalam diam
ada rasa yang tersimpan
penuh
sesak
ingin tumpah
dalam bibir yang terkunci
ada rahasia yang tertutup rapat
tak perlu diungkap
ia telah terungkap dengan sendirinya
melalui mata yang bicara
melalui hati yang memanggil
melalui angin yang berhembus semilir
ia telah terungkap
dan ia telah sampai pada tujuannya
*23 Mei 2012
Lagi-Lagi.... DIAM...
bergeming dari rasa diam
kau tak tahu rasanya
kala diam membuatmu berpikir
jauh lebih dalam
dan di kala diam kau harus tersadar
untuk sesuatu yang membuatmu tak boleh lagi diam
kau terlalu banyak berpikir hingga nalarmu menembus batas normal
kau dahului kehendak-NYA melalui segala prasangka yang kau punya
kau merasa cukup pintar untuk menyatakan bahwa dugaan itu benar
dan akhirnya kau menyesal dalam diam
tapi kau tak pernah mengakui
kau sulit untuk mengakui bahwa kau salah
meskipun kau menyadari itu dengan pasti
tapi tak bisa kau kemukakan
kau simpa segalanya dengan baik dalam diam
lagi-lagi diam menjadi senjatamu
entah malu, entah kecewa
kau simpan segalanya dalam diam
kau tutup segalanya rapat hingga sesak dan tak bisa lagi bernapas
kau menyesal dan menyadari
diam tak selalu menjadi jalan
diam tak selalu bisa mengatasi segala hal yang membuatmu penat